KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wr. wb.
Alhamdulillah, Ramadhan, bulan
penuh barakah, kita berusaha sebanyak mungkin menjalankan perintah Allah, mendirikan
shalat, menunaikan ZAKAT, memperbanyak tadarus Qur’an dan ibadah lain.
Kami sampaikan banyak terima kasih atas
kepercayaan bapak ibu yang telah menunaikan ZAKAT dibulan Ramadhan melalui LAZ
Al-Ikhlas.
Bulan Ramadhan yang bersamaan
dengan tahun ajaran baru, kami telah salurkan untuk membantu biaya dikelas baru
untuk siswa SD, SLTP maupun SLTA.
Juga alhamdulillah dengan ZAKAT
bapak ibu kita sudah bisa menyalurkan ZAKAT kepada banyak keluarga fakir miskin
disekitar kita.
Bulan
berikutnya, insya Allah kita bisa istiqamah memberdayakan dhuafa
Amin Ya Robbal Alamin.
Wassalamu’alaikum wr. w Agustus b
1 Dzulqa’dah 1435 H
27 Agustus
2014 M
Pengurus LAZ Al-Ikhlas.
Pembina : Ketua Musholla Al Ikhlas Sulistiarso
Ketua : Amiroedin Noeridin,
Dewan Syariah : Bambang Poernomo,
Keuangan&Adm : BD Herubroto,
Pengumpul : Didi Budiarso,
Penyalur : Kamsi S,
Pembantu Umum : Abd Halim Anas
CERDAS ZAKAT
Mari Kita Tingkatkan Amal Ibadah Kita Kepada Allah SWT
Alhamdulillah
setelah terlahir kembali fitrah dalam kandungan Ramadhan satu bulan penuh, didalam bulan Syawal/Peningkatan
mari kita pertahankan dan kita tingkatkan amaliyah kita dibulan mendatang,
tadarus Al Qur’an, Shalat Malam, Zakat, Infaq, Shadaqah, mohon ampun diakhir
malam, itulah cirri-ciri orang yang bertaqwa sesuai firman Allah SWT
QS Az
Zaariyaat 51 : 15-19
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي
جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ
رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ
كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ
اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ
يَسْتَغْفِرُونَ
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ
لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada didalam taman-taman (surga)
dan mata air,
mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya
mereka sebelum itu (didunia) adalah orang-orang yang berbuat baik,
mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
dan pada akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
Dan pada harta-harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta dan orang miskin
yang tidak meminta.
QS An Nahl 16 : 97
Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan
dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan
yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.
Amal shaleh/perbuatan baik itu
bukan hanya mengeluarkan ZAKAT hanya bagi orang-orang yang mampu saja, bagi
orang-orang yang tidak mampu pun dapat mengerjakan amal soleh yaitu dengan
tenaga, pemikiran, seperti senyum, membuang sampah, menjaga kebersihan tempat
ibadah, membantu kegiatan agama Allah
Dzulqaidah,
mari kita tingkatkan Aqidah keimanan Tauhid kita dengan ilmu dan pemahaman bahwa tiada Tuhan yang Haq selain Allah (Hablum minalloh
tiada syirik sedikitpun) dan memohon ampunan segala dosa kita dan dosa saudara
seiman laki-laki dan perempuan (Hablum minannas dengan melepas segala perbedaan
diantara kita dan saling memaafkan) sehingga usaha dan keluarga kita dilindungi
Allah SWT.
QS Muhammad 47 : 19
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya
tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas
(dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat
kamu berusaha dan tempat tinggalmu.
Semoga
Allah selalu menolong dan memberikan jalan keluar dari masalah dan kesulitan
hidup dan kehidupan kita dalam RidhaNya
Aamiin
KLINIK ZAKAT
Saya
mau bertanya soal ZAKAT MAL. Misalnya, kita memiliki tabungan yang sudah
memenuhi ketentuan wajib ZAKAT, namun tabungan tersebut dibutuhkan untuk
membangun rumah, apakah wajib dikenakan ZAKAT..?
Apabila seseorang mempunyai tabung-an
yang telah mencapai nishab dan genap tersimpan satu tahun maka ia berkewajiban
mengeluarkan ZAKAT nya.
Jadi, selama ketentuan itu twrpwnuhi
maka orang tersebut wajib mengeluar-kan ZAKAT. Tidak ada perbedaan antara uang
yang disimpan sebagai tabungan atau disimpan untuk persiapan pembangunan rumah
atau keperluan lain.
Prof Amin
Suma
Bolehkah
uang ZAKAT yang saya keluarkan untuk membangun masjid atau mushalla.
Pada dasarnya, zakat yang anda tunaikan, harus ditasharrufkan (disalur kan)
untuk para mustahik yang delapan kelompok atau yakni orang fakir, miskin, amil,
orang yang baru memeluk Islam dan lemah ekonominya, orang yang punya hutang
demi memenuhi hal hal yang hak, sabilillah dan ibnu sabil.
Berdasarkan hal tersebut, pembangunan
masjid sebagaimana dikemukakan oleh kebanyakan ulama, tidak termasuk didalam
kelompok mustahik ZAKAT.
Kecuali itu, membangun masjid maupun
memakmurkannya sebagaimana QS At-Taubah, 9:18 dan Al Hadits, menjadi kewajiban
indifidu setiap mukmin dengan mengandalkan dana pribadinya.
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, .........QS At-Taubah
9 : 18
Berdasarkan
ayat dana ZAKAT pada prinsipnya tidak boleh digunakan untuk membangun Masjid
yang sejatinya menjadi kewajiban kita semua setiap mukmin-mukminat untuk
mendirikan dan memakmurkannya
Bagaimana hukumnya
orang yang ingkar dan enggan menunaikan ZAKAT.
Dalam
Al Quran, surah at-Taubah ayat 34 dan 35 dikemukakan, orang yang menumpuk harta
tetapi menolak membayar ZAKAT maka diakherat hartanya akan berubah menjadi azab
yang akan menyiksanya.
Para
fukaha atau ahli fikih menyatakan, jika seseorang mengingkari kewajiban ZAKAT
maka dianggap orang kafir yang keluar dari agama Islam. lihat
al-Majmu juz 5
Prof Amin Suma
Dewan Pakar Pusat Studi Al Quran
PSQ
SEKITAR KITA
Bulan suci Ramadhan telah berlalu, masih terngiang
dibenak kita berbagai ibadah kita jalani, terngiang juga bagaimana seorang
remaja yang selalu
sibuk kegiatan di Mushalla, menyiapkan ta’jil, buka bersama, sampai
membuka dan mencatat dengan rajin Infak yang terkumpul dari para jamaah. Dialah
Anas Noorfaisal Rahman, putra ke 2 dari almarhum pak Noorgana penggerak
remaja Mushalla dengan ibu Sri Mulyati. Anas menjadi yatim 7 bulan lalu saat
pak Noorgana meninggal Januari 2014. Tinggal tepat disebelah Mushalla.
Anas putra ke 2 dari 4 bersaudara, sekolah di SMK
kelas 2 jurusan Multimedia, kakaknya Amalita kls 3 SMA, adiknya Annafi kls 3 SMP,
Amira kls 5 SD, cukup berat tugas ibu Sri menyekolahkan 4 anak yatim.
Infak dari LAZ selama ini masih jauh dari kebutuhan
hidup mereka.
Disamping selalu ngaji dirumah, Anas dan adiknya
yang sudah pada fasih ngaji, bersama dengan bapak bapak belajar ngaji Rabu
malam di Mushalla.
Dia rajin membantu ibu menangani berbagai pekerjaan
dirumah, membim-bing kedua adiknya.
Untuk menambah ilmu
Anas sudah mulai membantu lingkungannya jika ada pekerjaan Multimedia.
Cita citanya, ingin menjadi wirausahawan, semoga
Allah mengabulkan.
Amin.