Saturday, December 19, 2009

Program Zakat

PROGRAM  ZAKAT

Bulan Dzulqa’dah dan Dzulhijjah, atau bulan November dan Desember 2009 telah disalurkan ZIS bersama antara LAZ Al-Ikhlas dengan Masjid Al Muhajirin.

1.     PENYALURAN RUTIN

a.     Program Pendidikan,  tiap bulan.

  

Ribuan rupiah

KET

SD

SLTP

SLTA

 

Biaya Sek

40

50

75

 

Uang pangkal

150

 

Juml siswa

10

10

11

 

b.     Program untuk dhuafa/lansia

 

Lansia/Dhuafa, 30 or @

  75.000

 

Fisabilillah,     3 orang

500.000

 

Jumlah untuk 2 bulan       Rp. 4.050.000,-

 

Penyaluran rutin bersama dlm 2 bulan :

SUMBER

ZAKAT

BERAS

Al-Ikhlas

4.700.000

0

Al-Muhajirin

2.850.000

0

Jumlah

7.550.000

0

c.      Infaq/shadaqah, unt 2 bulan ini

- petugas (Imam, takmir)   Mush 1.000.000

- Ta’lim Ahad/Sabtu                   1.800.000,-

2. PEMBERDAYAAN UMAT

Pada bulan Dzulqa’dah dan Dzulhijjah LAZ Al-Ikhlas telah memberikan pinjaman qard Rp. 2.000.000 kepada bp/ibu Suhardiman, Widarti untuk pendidikan anaknya.

3. HARI RAYA IDUL ADHA

Shalat Idul Adha berjamaah dilaksanakan di lapangan Komplek Bina Marga II dihadiri warga sekitar dimulai pada jam 06.30 hari Jumat 10 Dzulhijjah 1430H, 27 Nov 2009.

Musholla menerima hewan qurban 3 ekor sapi dan 32 kambing.

Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan segera setelah shallat Idul Adha dan berhasil dibagikan habis kepada lebih dari 700 orang yang berhak menerimanya.

 PEMBANGUNAN PERLUASAN MUSHOLLA AL-IKHLAS

Pembangunan dan perluasan Musholla Al-Ikhlas  pada tahap pertama membangun gedung untuk fasilitas pendukung Musholla  pelaksanaannya telah mencapai 100% , saat ini sedang persiapan  tahap kedua tempat ibadah.

Informasi lengkap silahkan lihat :

http://mushalikhlas.multiply.com

AGENDA

·       Musholla Al-Ikhlas akan menyeleng garakan Rangkaian Peringatan 1 Muharram 1431 H pada Ahad 3 Muharram 1431 H 20 Desember  2009 M akan diisi dengan pergelaran musik Islami oleh KARISMA, juga akan dilaksanakan Santunan Khusus untuk anak yatim disekitar Musholla maupun dibeberapa PA Yatim Piatu.

·       Insya Allah berbagai kegiatan Musholla akan dimulai, Klinik Kesehatan Masyarakat, kegiatan Remaja KARISMA (Pengajian, Olah Raga, Kesenian dll), Perpustakaan (kami menerima infaq buku-buku), Pengajian keluarga Ahad dan Sabtu.

·       Pengumpulan ZIS dari bpk/ibu dilaksanakan setiap hari di Pos Zakat di Musholla Al-Ikhlas.

·       Penyaluran Zakat rutin untuk bantuan pendidikan anak-anak SD, SMP dan SMA anak dhuafa serta fakir, miskin dan fisabilillah akan dilaksanakan pada pengajian Ahad dhuha di Musholla Al-Ikhlas atau Masjid Al Muhajirin pada :

24 Muharram‘31H=10 Jan‘10M

22 Shafar‘31H = 7 Feb‘10M

Friday, December 11, 2009

inovasi LAZ, Tumbuhkan kesadaran berzakat

LAZ tak hanya berhasil menghimpun dan menyalurkan zakat dengan baik, juga meningkatkan kesadaran umat berzakat.

Catatan : LAZ termasuk LAZ Al-Ikhlas

Rencana pemerintah untuk menjadikan badan amil zakat (BAZ) sebagai wadah tunggal pengelola zakat di Tanah Air, mengundang perhatian sejumlah pakar ekonomi Islam. Sejumlah pakar ekonomi Islam memandang, peran lembaga amil zakat (LAZ)  harus dipertahankan. Sehingga, daya inovasi dan kreativitas dalam membangkitkan kesadaran umat membayar zakat, bisa terus berjalan.

 

Pakar ekonomi Islam seperti Dr Syafi'i Antonio, Adiwarman Karim serta Dr Amelia Fauzia dari Center for Study of Religion Culuture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menilai,  LAZ telah memberikan peran penting. Ketiga ekonom itu berpandangan, LAZ tak  hanya berhasil menghimpun dan menyalurkan zakat dengan baik, tapi yang lebih penting dari itu adalah meningkatkan kesadaran umat berzakat.

Berkat peran dan inovasi serta kreativitas  sejumlah LAZ , umat Islam  tergerak dan merasa enjoy untuk menunaikan zakat.  Sehingga,  umat merasa tidak ada paksaan dalam membayar zakat. Pandangan itu diungkapkan ketiga pakar ekonomi Islam itu menanggapi  usulan pemerintah untuk merevisi Undang-Undang No 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.

 

STOP PRESS

Salurkan ZAKAT bapak/ibu melalui :

Lembaga Amil Zakat Al-Ikhlas

Bank Muamalat Cab Kalimalang AC 305.16507.22 an BD Herubroto

Setelah setor, kirim data nama, alamat, nilai zakat

Dengan fax ke 021.86902915 atau SMS ke 08129408390

Pesan Jemput Zakat bisa melalui SMS tersebut diatas

Adiwarman, pakar ekonomi Islam pada  Karim Business Consulting, mengungkapkan, sangat sulit untuk mengenyampingkan peran penting LAZ dalam membangun kesadaran masyarakat untuk berzakat.  Pihaknya menilai, fenomena meningkatnya kepercayaan umat untuk berzakat melalui sejumlah LAZ sebagai sebuah persaingan yang sehat.

''Yang kita lihat ada suatu persaingan yang sehat di antara lembaga amil zakat, inovatif dan kreatif untuk menarik orang-orang membayar zakat. Ini yang kita sebut sebagai Social Marketing,''  ujar Adiwarman. Ia menuturkan, fenomena itu belum pernah terlihat ketika lembaga-lembaga amil zakat belum ada, yakni ketika zakat masih ditangani oleh BAZ .

Menurut dia, peran yang telah dan sedang  dimainkan oleh LAZ terpecaya harus diapresiasi. Terkait perintah Allah SWT untuk memungut zakat dari orang-orang Islam seperti yang termaktub dalam surat at-Taubah (9) ayat 103, papar Adiwarman,  hampir semua mufassir (ahli tafsir) menafsirkan kata-kata khuz dalam ayat tersebut dimaksudkan adalah pemerintah, karena Rasulullah SAW waktu itu adalah kepala pemerintah.

''Dalam pelaksanaannya pemerintah bisa memberikan wewenang kepada lembaga-lembaga amil zakat yang memang selama ini telah berfungsi dengan baik, sehingga suasana yang membuat masyarakat bisa membayar zakat dengan gembira, membayar dengan penuh kesadaran, bisa terus terjadi. Inovatif dan kreatifitas serta persaingan yang sehat juga akan bisa terus terjadi,''  ungkap Adiwarman.

Menurutnya, yang harus diatur adalah LAZ yang ada saat ini mempunyai standardisasi operasional dan mekanisme yang bisa dipertanggungjawabkan.  ''Menurut kami, ini yang masih perlu disempurnakan. Sebaiknya, memang arah revisi undang-undang itu adalah bagaimana mengatur wewenang yang ada di pemerintah supaya dapat dijalankan oleh LAZ yang ada.''

Dr Syafi'i Antonio, pimpinan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI), Tazkia, menilai,  ada dua hal yang harus diapresiasi. Pertama, apresiasi kepada para pengelola LAZ yang sudah bekerja secara profesional.

''Teman-teman LAZ yang sudah bekerja secara profesional seperti Dompet Dhuafa Republika, Rumah Zakat, PKPU (termasuk LAZ Al-Ikhlas, Red) harus diapresiasi. Mereka telah berhasil mengisi kekosongan kepercayaan terhadap BAZ selama ini. Demikian juga kreativitas dalam pengembangan program, demikian juga akuntabilitas dalam pelaporan, yang tidak bisa dilakukan BAZ dengan baik,'' jelas Syafi'i.

Menurutnya,  idealnya pengelolaan zakat bisa dilakukan seperti pada zaman Rasulullah SAW. Sebab, kata dia, Rasulullah SAW mengaitkan zakat dengan salah satu fungsi Baitulmaal, salah satu fungsi dari pengelolaan fiskal negara. ''Tapi itu tidak bisa dilakukan dalam satu malam dan dalam waktu yang cepat. Jadi perapihan itu harus dilakukan terus menerus.'

Untuk menyelesaikan masalah ini, Syafi'i meminta agar ada dialog antara pemerintah dengan LAZ. ''Bagaimana potensi yang ada di LAZ bisa tetap dioptimalkan. Tapi, LAZ-LAZ yang tumbuh bagaikan jamur,  kemudian tidak profesional harus dibenahi. Ini tugas kita bersama mencari potensi bersama,'' ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar Indonesia meniru sistem pengelolaan zakat yang dilakukan di Malaysia. Di Malaysia, Pusat Pungutan Zakat (PPZ) sesungguhnya menjadi satu otoritas yang ada di bawah Yayasan Harta Suci (YHS). Yayasan Harta Suci ini berada di bawah baitulmaal wilayah Persekutuan Malaysia.

Demikian juga dengan negeri-negeri yang jumlahnya ada 14 masing-masing punya, seolah-olah semacam BAZIS propinsi. Tetapi kualitas PPZ  itu sekualitas LAZ di Indonesia, benar-benar profesional. Mereka melakukan presentasi setahun tidak kurang dari 450 presentasi. Dari sisi operation, mereka melakukan house to house secara teknologi dan transaksi dengan bank Islam.

Dengan adanya house to house dengan bank Islam, mereka tak lagi rumit dari sisi administasi dan sistem keuangan.  ''Mekanisme seperti ini yang kita inginkan tetapi mereka memiliki legitimasi sebagai kepanjangan tangan dari baitulmaal wilayah. Ini yang kondisi ideal,'' jelasnya.

Direktur CSRC, Dr Amelia Fauzia, mengungkapkan, praktik pengelolaan zakat,  sejak masa Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan tabiin sudah bermacam-macam. Memang di beberapa negara Islam sekarang ini, pengelolaan zakat ada yang diserahkan kepada pemerintah/negara. Kebanyakan alasan yang diambil ialah melihat bagaimana zakat dikelola pada masa kenabian.

Padahal, perkembangan pengelolaan zakat tidak hanya ada pada masa kenabian, tapi pada masa Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman, Ali serta khalifah-khalifah sesudahnya. ''Dan sebenarnya yang terjadi zakat itu lebih banyak memang dikelola oleh negara, tapi dikelolanya banyak bercampur dengan uang yang lainnya, sepertii uang pajak dan seterusnya, tidak semata zakat saja.''

Mengutip kitab Amwal, Amelia, menyebutkan,  pemberian zakat kepada selain pemerintah ada sejak kematian Utsman. ''Pada masa Utsman, zakat yang dikelola negara itu amwal zahirah seperti buah dan ternak. Sedang amwal bathiniyah tidak wajib ke negara.''  ed:heri ruslan

Damanhuri Zuhri, Tabloid Republika, Dialog Jumat, 11 Desember 2009

Friday, November 27, 2009

Shalat Idul Adha 1430 H di Komplek Bina Marga II

Shalat Idul Adha 1430 H di Komplek Bina Marga II

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

La illaha illalahu wallahu Akbar

Allahu Akbar walillahilhamd.

Beberapa hari terakhir ini setiap malam, cuaca khususnya Jakarta ini selalu diguyur hujan sampai ba’da subuh namun alhamdulillah pada hari  Jumat 11 Dzulhijjah 1430 H bertepatan dengan 27 Nopember 2009 M, Hari Raya Idul Adha, manakala saudara kita di Arafah sedang menjalankan wukuf, di sini tidak ada hujan setitikpun seakan Allah memberi kesempatan kepada kita untuk dapat menjalankan shalat Idul Adha.

Shalat Idul Adha dilaksanakan diberbagai tempat didunia ini diantaranya di Komplek Bina Marga II yang diselenggarakan oleh Musholla Al-Ikhlas, dilapangan basket, yang sejak matahari terbit sudah berdatangan jama’ah sekitar mengisi shaf-shaf yang sudah disediakan oleh Panitya.

Tepat jam 6.30 wib acara dimulai dengan dipandu oleh remaja sdr Yogi, dengan menyampaikan maksud tujuan berkumpulnya kita semua dilapangan ini. Berturut-turut disampaikan Laporan Panitia Idul Adha oleh ketua Panitia bp Noorgana dilanjutkan dengan sambutan Ketua Musholla Al-Ikhlas bp Sulistiarso.

Shalat Idul Adha 2 rakaat dengan takbir 7 dan 5 kali berlangsung khidmat yang diimami oleh imam tetap Musholla Al-Ikhlas, bp Mustholleh.

Acara dilanjutkan dengan khotbah Idul Adha oleh Ustadz H Nanang Firmansyah M. Pd.

Isi khotbah menyampaikan sejarah terjadinya wujud ketaqwaan kepada Allah dengan melaksanakan perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra tercintanya Nabi Ismail, yang tiba-tiba berubah menjadi seekor domba.

Disitirnya beberapa surat Al-Quran untuk mengingatkan perintah Allah kepada kita sebagai umatnya.

Disampaikan juga bagaimana pengurbanan Nabi Yusuf AS didalam menegakkan kebenaran.

Terakhir disampaikan bahwa hidup adalah suatu perjuangan yang membutuhkan pengorbanan. Semangat berqurban adalah tuntutan dalam hidup menegakkan kebenaran.

Selesai khotbah maka berakhirlah acara rangkaian shalat Idul Adha yang kemudian ditutup dengan saling bersalam-salaman

Selanjutnya pada jam 08.00 dilaksanakan penyembelihan hewan qurban dari jama’ah sekitarnya yang terkumpul 3 ekor sapi dan 32 ekor kambing. Pada jam 14.00 sampai jam 16.30 wib dilaksanakan distribusi penyaluran daging qurban kepada fakir miskin disekitar Musholla.

No HEWAN

Nama Pequrban Hewan Qurban Sapi
SAPI 1
  1 Sulistiarso Bin Wasdjanto
  2 Eni Anggraeni Binti Achmad Zainuddin
  3 Arninta Puspitasari Binti Sulistiarso
  4 Arsetyanita Puspitasari Binti Sulistiarso
  5 Ardianita Puspitasari Binti Sulistiarso
  6 Abdul Aziz
  7 Moh.Tontro Prastowo
     
SAPI 2
  1 Oom Komariah
  2 Muhamad Rifqi Raharjo Bin Muchamad TeguhRaharjo
  3 Kanaya Rifa Azzahra Binti 
  4 Risnawati binti Sholeh
  5 Isman Purnawati binti Kholilurrahman
  6 Nani Hardjono
  7 Yeti Tjahyadi ( Pak Pendi )
     
SAPI 3
  1 Achmad Hermanto bin Moch Dardak
  2 Sri Widayatie binti Wiluyo Puspoyudo
  3 Emil Hertianto bin Hermanto Dardak
  4 Amila Alistiawati binti Hermanto Dardak
  5 Eril Arioristanto bin Hermanto Dardak
  6 Eron Arioditi bin Hermanto Dardak
  7 Wisnu Aditya bin Sutedjo
   

No HEWAN

Nama Pequrban Hewan Qurban Kambing
  1 Amiroedin bin Noeridin
  2 Romlah binti Amat Katun
  3 Nur Intan binti Amiroedin
  4 Nur Indah binti Amiroedin
  5 Hery Lukito bin Ali Mashuri
  6 Sanusi bin H. Cucu
  7 Bunjali
  8 Siti Mulyati binti H. Idad Hidjaji
  9 Indah Dwi kharismayati binti J. Lambey
  10 Anas Suseno bin Abdul Fatah
  11 Fajar bin Priyo Gunadi
  12 Endang Sri Hartanti binti R.Djoko Mardino
  13 Komaruzzaman bin ali Rasyid
  14 Lelly Djuwita Soetardjo binti Soetardjo
  15 KI.Ageng S Dewantoro bin Badsi Holsman
  16 Rafiq bin Buddry Houlsman
  17 Hery Cahyono
  18 Ahmad Suryana bin H. Eun
  19 Hj. Nesah binti Ganyun
  20 Sarinah binti Enteng Ali
  21 Nova Primawati binti Nana Lengkana
  22 Endang Marlina ( Tontro )
  23 Priyo Gunadi bin Amir Kartosudirjo
  24 Ani Cahyani
  25 Shinta Dharmayanti binti Hasan Zaini
  26 Radya Fahiransyah bin Fikri Ardyansyah
  27 Unung Binti H. Sa'ad
  28 Etti Duriaty binti Hanawijaya
  29 Yulya Rahmatika binti Abdillah Zuchri Zebua Ridwan Antoni
  30 H. Sutarto
  31 Didin
  32 Shanty Widyati binti H. Hasan Zaini
     

Thursday, November 26, 2009

Ibadah Qurban dalam Alquran dan Hadits

'Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.'

Ibadah kurban dalam ajaran Islam berawal dari peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS.  Suatu hari, Nabi Ibrahim AS bermimpi. Dalam mimpinya Allah SWT memerintahkan untuk menyembelih putra kesayangannya Ismail.  Lalu mimpi itu pun diceritakan Nabi Ibrahim kepada putranya, ''...Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu..?'' (QS: as-Saffat:102).

Dengan penuh keikhlasan, Ismail pun menjawab, ''...Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepada mu; insya Allah engkau akan mendapatiku  termasuk orang yang sabar.'' (QS:as-Saffat:102).  Kemudian, Nabi Ibrahim AS membawa Ismail ke suatu tempat yang sepi di Mina. Ismail pun mengajukan tiga syarat kepada sang ayah sebelum menyembelihnya.

Ketika pisau telah diarahkan ke arah leher Ismail, lalu Allah SWT menggantikannya dengan seekor domba yang besar. Dalam surat as-Saffat ayat 107, ''Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.''  Peristiwa kurban itu kemudian diabadikan oleh Sang Khalik menjadi salah satu unsur syariat Islam, yang dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu di Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya.

  Ibadah qurban mulai disyari’atkan pada tahun kedua hijrah, bersamaan dengan pensyari’atan zakat serta shalat Idul Fitri dan Idhul Adha. Perintah menyembelih kurban bagi umat Islam itu   tercantum dalam Alquran dan hadis. Berikut ayat-ayat dan hadis yang memerintahkan umat Islam untuk berkurban:

Alquran

* Surat Al-Kautsar ayat 1-3:

''Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus.'' 

* Surat al-Hajj ayat 34:

''Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).''

Hadis

Perintah berkurban:

1.''Barang siapa yang memperoleh suatu kelapangan, tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.'' (HR: Ahmad dan ibnu Majah).

2.''Apabila kelihatan hilal dzulhijjah, sedangkan salah seorang diantara kamu ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan diri dari memotong bulu dan kukunya (binatang kurban).'' (HR: berjamaah, kecuali imam Bukhari).

3.''Ada tiga hal yang wajib atasku dan sunah bagimu; shalat witir, menyembelih kurban, dan shalat Duha.'' (HR: Ahmad bin Hambal, al-Hakim dan Daruquthni).

Cara Nabi berkurban:

1.Ibnu Umar berkata, ''Rasulullah SAW dahulu menyembelih kurban di tempat shalat Id.'' (HR: Bukhari).

2.Anas bin Malik berkata,''Dahulu Nabi SAW berkurban dengan dua ekor domba, dan saya juga berkurban dengan dua ekor domba.'' (HR Bukhari).

3.Anas bin Malik berkata, Nabi  SAW bersabda pada hari Kurban, ''Siapa yang menyembelih sebelum shalat hendaknya menyembelih lagi, sebab itu adalah sembelihan untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih setelah shalat, berarti ibadahnya telah sempurna dan dia telah menjalankan sunnah kaum Muslimin.'' ( HR: Bukhari).

4.Anas, dia berkata, ''Nabi SAW berkurban dua kambing qibas yang bertanduk dan berwarna hitam-putih, keduanya disembelih oleh beliau dengan membaca Bismillah Allahu Akbar, beliau meletakkan kakinya di atas salah satu sisi kambingnya ketika akan menyembelih). (HR Bukhari dan Muslim).                           

Memakan Daging Kurban

1. Abdullah bin Umar RA berkata: Nabi SAW bersabda, ''Makanlah daging kurban sampai tiga hari.'' Sementara Abdullah bin Umar makan dengan minyak sepulang dari Mina, karena banyaknya daging kurban.'' (HR Bukhari Muslim).

2. Aisyah RA, dia berkata: Dulu kami biasa mengasinkan daging kurban sehingga kami bawa kepada Nabi di Madinah. Tiba-tiba Nabi SAW bersabda, ''Jangan makan daging kurban kecuali hanya tiga hari.''Tetapi larangan ini bukan mengharamkan, melainkan agar banyak orang miskin yang mendapat bagian daripadanya. wallahu a'lam (HR Bukhari dan Muslim).

3. Jabir bin Abdullah RA berkata; Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi SAW mengizinkan dalam sabdanya, ''Makanlah dan bekalilah dari daging kurba.'' Maka kami pun makan dan berbekal. (HR Bukhari Muslim).

Keutamaan Berkurban.

1. ''Tidak ada amal keturunan Adam yang lebih disukai Allah pada hari Idhul Adha selain menyembelih kurban. Sesungguhnya binatang itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, dan bulunya. Dan sesungguhnya darah qurban lebih dahulu tercurah karena Allah sebelum ia tercurah ke bumi, yang membuat jiwa menjadi senang.'' (HR: at-Tirmidzi, ibnu Majah dan al-Hakim).

Heri Ruslan

Tabloid Republika

Dialog Jumat, Kamis 26 Nov 2009

Sumber: Kitab al-Lu'Lu wal Marjan, Ringkasan Sahih Bukhari, Ensiklopedi Islam.

Ibadah Qurban dalam Alquran dan Hadits

'Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.'

 

Ibadah kurban dalam ajaran Islam berawal dari peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS.  Suatu hari, Nabi Ibrahim AS bermimpi. Dalam mimpinya Allah SWT memerintahkan untuk menyembelih putra kesayangannya Ismail.  Lalu mimpi itu pun diceritakan Nabi Ibrahim kepada putranya, ''...Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu..?'' (QS: as-Saffat:102).

Dengan penuh keikhlasan, Ismail pun menjawab, ''...Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepada mu; insya Allah engkau akan mendapatiku  termasuk orang yang sabar.'' (QS:as-Saffat:102).  Kemudian, Nabi Ibrahim AS membawa Ismail ke suatu tempat yang sepi di Mina. Ismail pun mengajukan tiga syarat kepada sang ayah sebelum menyembelihnya.

Ketika pisau telah diarahkan ke arah leher Ismail, lalu Allah SWT menggantikannya dengan seekor domba yang besar. Dalam surat as-Saffat ayat 107, ''Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.''  Peristiwa kurban itu kemudian diabadikan oleh Sang Khalik menjadi salah satu unsur syariat Islam, yang dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu di Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya.

  Ibadah qurban mulai disyari’atkan pada tahun kedua hijrah, bersamaan dengan pensyari’atan zakat serta shalat Idul Fitri dan Idhul Adha. Perintah menyembelih kurban bagi umat Islam itu   tercantum dalam Alquran dan hadis. Berikut ayat-ayat dan hadis yang memerintahkan umat Islam untuk berkurban:

Alquran

* Surat  ayat 1-3:

''Sesungguhnya kami telal-Kautsarah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus.'' 

* Surat al-Hajj ayat 34:

''Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).''

Hadis

Perintah berkurban:

1.''Barang siapa yang memperoleh suatu kelapangan, tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.'' (HR: Ahmad dan ibnu Majah).

2.''Apabila kelihatan hilal dzulhijjah, sedangkan salah seorang diantara kamu ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan diri dari memotong bulu dan kukunya (binatang kurban).'' (HR: berjamaah, kecuali imam Bukhari).

3.''Ada tiga hal yang wajib atasku dan sunah bagimu; shalat witir, menyembelih kurban, dan shalat Duha.'' (HR: Ahmad bin Hambal, al-Hakim dan Daruquthni).

Cara Nabi berkurban:

1.Ibnu Umar berkata, ''Rasulullah SAW dahulu menyembelih kurban di tempat shalat Id.'' (HR: Bukhari).

2.Anas bin Malik berkata,''Dahulu Nabi SAW berkurban dengan dua ekor domba, dan saya juga berkurban dengan dua ekor domba.'' (HR Bukhari).

3.Anas bin Malik berkata, Nabi  SAW bersabda pada hari Kurban, ''Siapa yang menyembelih sebelum shalat hendaknya menyembelih lagi, sebab itu adalah sembelihan untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih setelah shalat, berarti ibadahnya telah sempurna dan dia telah menjalankan sunnah kaum Muslimin.'' ( HR: Bukhari).

4.Anas, dia berkata, ''Nabi SAW berkurban dua kambing qibas yang bertanduk dan berwarna hitam-putih, keduanya disembelih oleh beliau dengan membaca Bismillah Allahu Akbar, beliau meletakkan kakinya di atas salah satu sisi kambingnya ketika akan menyembelih). (HR Bukhari dan Muslim).                           

 

Memakan Daging Kurban

1. Abdullah bin Umar RA berkata: Nabi SAW bersabda, ''Makanlah daging kurban sampai tiga hari.'' Sementara Abdullah bin Umar makan dengan minyak sepulang dari Mina, karena banyaknya daging kurban.'' (HR Bukhari Muslim).

2. Aisyah RA, dia berkata: Dulu kami biasa mengasinkan daging kurban sehingga kami bawa kepada Nabi di Madinah. Tiba-tiba Nabi SAW bersabda, ''Jangan makan daging kurban kecuali hanya tiga hari.''Tetapi larangan ini bukan mengharamkan, melainkan agar banyak orang miskin yang mendapat bagian daripadanya. wallahu a'lam (HR Bukhari dan Muslim).

3. Jabir bin Abdullah RA berkata; Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi SAW mengizinkan dalam sabdanya, ''Makanlah dan bekalilah dari daging kurba.'' Maka kami pun makan dan berbekal. (HR Bukhari Muslim).

 

Keutamaan Berkurban.

1. ''Tidak ada amal keturunan Adam yang lebih disukai Allah pada hari Idhul Adha selain menyembelih kurban. Sesungguhnya binatang itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, dan bulunya. Dan sesungguhnya darah qurban lebih dahulu tercurah karena Allah sebelum ia tercurah ke bumi, yang membuat jiwa menjadi senang.'' (HR: at-Tirmidzi, ibnu Majah dan al-Hakim).

Heri Ruslan

Tabloid Republika

Dialog Jumat, Kamis 26 Nov 2009

Sumber: Kitab al-Lu'Lu wal Marjan, Ringkasan Sahih Bukhari, Ensiklopedi Islam.